RPJMDes

  23 Maret 2017  |  DESA LEMAHBANGDEWO

I

     PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 

Perencanaan pembangunan desa Lemahbangdewo dilakukan secara partisifatif oleh masyarakat, karena pembangunan adalah merupakan kebutuhan yang mendasar  bagi masyarakat desa Lemahbangdewo, dimana hasilnya nanti sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program pembangunan secara partisifatif di dokumentasikan dalam dokumen RPJMDesa yang merupakan dokumen perencanaan periode 5 (lima) tahunan yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, program program program Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ), lintas SKPD dan program prioritas kewilayahan disertai rencana kerja yang disusun melalui Musyawarah tingkat dusun dan dilanjutkan Musywarah Rencana Pembangunan Desa. Usulan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdokumentasi dalam RPJMDesa akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKPDes ) yang dilaksanakan tiap tahun.

Rencana Kerja Pemerintah Desa adalah merupakan kegiatan pemerintah desa yang harus direalisasikan setiap satu tahun sekali sesuai dengan skala prioritas yang ditetapkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa . Pelaksanaan pembangunan di desa mengacu kepada kebutuhan masyarakat yang telah dituangkan dalam dokumen RPJMDes .

Untuk mewujudkan dan tercapainya RKPDes perlu adanya dukungan sumber dana untuk membiayai kegiatan kegiatan yang telah dituangkan dalamnya, maka semua Rencana Kerja Pemerintah Desa disusun dalam suatu dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ), yang berisikan sumber pendapatan desa yang meliputi antara lain ; tanah kas desa, dana swadaya partisifasi masyarakat maupun dana dana dari pemerintah ( pemerintah pusat, pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten ) serta berisikan belanja desa baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah dituangkan dalam dokumen RPJMDes dan yang dijabarkan dalam dokumen RKPDes perlu adanya sistim skala prioritas dikarenakan sangat terbatasnya keuangan desa, adapun kebutuhan kebutuhan masyarakat yang nilainya kecil akan dibiayai oleh dana swadaya spontan masyarakat maupun didanai melalui dana APBDes yang telah ditetapkan bersama sama dengan Badan Permusyawaratan Desa, dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang nilainya tidak bisa terjangkau oleh APBDes akan diusulkan melalui Musrenbangcam yang diteruskan ke Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten, meskipun demikian masih ada kebutuhan masyarakat yang sudah disepakati tidak bisa terealisasi dikarena masih terbatasnya anggaran desa maupun adanya program yang sangat mendesak, terkadang masish adanya program Top Down Planing  yang masih dominan akan mengakibatkan terbengkalainya pelaksanaan pembangunan desa dan akan mematikan aspirasi masyarakat itu sendiri.                                               

 

    1. Dasar Hukum

 

Penyusunan RPJMDes tahun 2011 – 2015 yang memuat semua kebutuhan masyarakat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku sebagai berikut ;

 

  1. Undang undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Perencanaan pembangunan Nasional ;
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Penataan Lembaga Kemasyarakatan Desa ;
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2007 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa ;
  4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan ;
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007 tentang Prencanaan Pembangunan Desa ;
  6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2007 tentang Pendataan Program Pembangunan Desa/kelurahan.

 

1.3 Pengertian             

 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) adalah merupakan dokumen perencanaan periode 5 (lima) tahunan yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, program program program Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ), lintas SKPD dan program prioritas kewilayahan disertai rencana kerja yang disusun melalui Musyawarah tingkat dusun dan dilanjutkan Musywarah Rencana Pembangunan Desa.

Usulan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdokumentasi dalam RPJMDesa akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa                ( RKPDes ) yang dilaksanakan tiap tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. ASAL USUL DESA LEMAHBANGDEWO

 

Cerita sejarah Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi berawal dari alkisah kala itu pada Tahun 1825 Daerah tersebut masih berupa  hutan dan tegalan, pada saat masih jayanya kerajaan Blambangan yang menjadi rajanya adalah sang Prabu Minak jingo, pada waktu itu Negara kita , termasuk Kabupaten Banyuwangi di jajah oleh kompeni Belanda dengan pandai dan kelicikanya kompeni Belandamemecah belah kerajaan – kerajaan  dan keraton – keraton serta memberikan pengaruh yang buruk dengan cara pesta pora dan minuman keras sehingga pada waktu itu banyak Raja – raja yang mabuk  / teller dan kompeni Belanda dengan leluasa mempengaruhi pikiranya dengan fitnah – fitnah sehingga terjadi perpecahan dan peperangan antar kerajaan – kerajaan di Banyuwangi  antara lain wilayah Kabat , Songgon, Singojuruh , Rogojampi   sekitar Tahun 1873 dari suatu Desa diwilayah Kabat muncul seorang yang Bernama Prabu Tawang alun dan Ki Ageng Wilis , Prabu Tawang Alun mempunyai tunggangan  seekor Macan yang berwarna putih, maka disebutlah daerah tersebut Desa Macan Putih, sekitar pada tahun 1876 Prabu Tawang Alun  mendirikan kerajan di Kedawung Desa Aliyan ,sedangkan tempat patihnya di dusun kepatihan desa Kedaleman, sedangkan tempat peperangan Prajurit Prabu Tawang Alun dihutan tegal , yaitu Lemahbangdewo .

 

pada Tahun 1879 datanglah 2 ( dua ) punggawa bersaudara kakak beradik dari kerajaan Bali kakanya bernama : I. KETUT DESA adiknya bernama  JEMBLEM KEMREMES. Dan keduanya beristirahat dihutan tegal dan membuat gubug ditengah dua pohon beringin yang besar, yang letaknya sekarang di dusun Krajan Desa Lemahbangdewo,

                   Setelah kedua punggawa tersebut datang di Banyuwangi di Wilayah Rogojampi, secara kebetulan hutan dan tegalan tersebut oleh Kerajaan Blambangan dipakai untuk Daerah peperangan dari beberapa Keraton yang dikerajaan Blambangan kurang lebih Tahun 1887 punggawa tersebut melihat para prajurit krajaan Blambangan berjaga – jaga, diDaerah hutan dan tegalan tersebut pada saat itu yang terletak di Dusan Krajan merupakan tempat untuk penghadangan bilamana ada musuh yang akan menyerang Kerajaan Blambangan. Pada suatu saat ( ditengan malam ) kedua punggawa itu bersemedi dibawah pohon beringin yang besar yang ada ditepi jalan tepatnya ditepi jalan pertigaan di Dusun Krajan  setelah selesai bersemedi kedua punggawa itu berkonsultasi dan bersepakat bahwa hutan dan tegalan itu diberi nama “ TEGAL DEWO “ .Kurang lebih pada Tahun 1893 di Daerah Tegaldewo tersebut terjadilah perang sengit antar kraton yang ada Daerah Blambangan pada saat itu di Tegaldewo kedua punggawa betul-betul menyaksikan prajurit dari Blambangan sedang mengadakan peperangan dan disitu juga prajurit dari keraton dan prajurit dari Blambangan banyak yang meninggal. akibat dari korban peperangan ditegaldewo itulah terjadi banjir darah sehingga tanahpun sampai berwarna merah dan ahirnya kedua punggawa tersebut setelah menyaksikan tragedi yang mengerikan itu di Daerah tegaldewo mereka berdua bersepakat tegaldewo diganti dengan nama Lemahbangdewo.

Pada Tahun 1897 mulainya mendirikan Pemerintahan Desa Lemahbangdewo dan pada saat itu masih dalam penjajahan Belanda yang pertama kali yang menjabat Kepala desa Lemahbangdewo bwrnama R. SOEROTO dan masyarakat memanggilnya dengan  nama : “ LURAH SURO. “

Berikut ini adalah nama - nama yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi :

No

Nama

Masa Jabatan

Program dan kegiatan yang pernah dilakukan

1

2

3

4

1

R,SOEROTO

1897-1915

1.Lumbung Desa

2.Perubahan dari hutan menjadi

   perkebunan /tanah tegalan.

3.perubahan dari perkebunan/

    menjadi pertanihan/sawah.

4. Kantor Desa bertempat di rumah

    sendiri

5. Pembangunan pabrik SB.Damai

2.

R. KARTO

1905-1925

1. Tanah tegal menjadi pemukiman

2. Saluran pertanian

 

 

 

3. Pembangunan masjid dusun krajan dan

    Kebalen lor , serta pembangunan

   Musholla Dusun Satriyan dan Kebalen

    Kidul 

3.

  L  I  S

1925 -1938

1. Pembangunan saluran air pertanian

2. Pengembangan   wilayah.

3.Pengembangan wilayah pertanian

   dan pemukiman.

4   

DJUWONO

1938-1949

1.Pembangunan jembatan gantung  

   Jalan tembus dusun Kebalen lor – Kampung Lebak)

2. Pelebaran jalan ( dari jalan setapak menuju Desa Pengatigan).

5.

H. ALI MASKUR

1949-1962

1. SDN Kebalen I dan II

2. Pengembangan Dusun Kebalen lor.

3  Pengembangan Dusun Kebalen Kidul

4. Pengembangan Dusun  Satriyan.

 

6.

Pj. MOH. YASIR

1962-1965

1. Pengadaan Tanah sawah yayasan Kades se-Kec. Rogojampi. ( hasil lomba pertanian Tk Kabupaten )

7.

M. KAJOREDJO

1965-1989

1. Pembangunan Kantor/ Balai desa

2. Pembangunan SD/Inpres lemahbangdewo III.

3. Pembuatan jalan tembus jurusan Lugjag.

4.  Selep padi tani makmur.

5. Selep padi ungul

6. Kantor pengairan

7. Kantor Camat Rogojampi

8. Kantor perhutani

9. Rumah Dinas Dokter

10. Pembangunan Dusun Krajan.

8.

H. HOESNI KARNO

1990-1998

1. Pembangunan makam Dusun Satriyan.

  1. Pembuatan jalan tembus Dusun
  2. Satriyan ke Weni tarung.
  3. Pembuatan gapura Dusun Satriyan
  4. Pembangunan pagar Kantor Desa

6.  Pembuatan jembatan Dusn Krajan

7.  Pembuatan pasar Desa

8. Pembuatan  pos kamling

9. Pembangunan Masjid Al’amin

 9.

Pj.M. ANSORI. YS

1998-1999

1.Pengerasan jalan Dusun Kebalen lor

2.Penataan sawah bengkok

3.Pembangunan gorong

 

10.

ABDUL SUWARDI

1999-2006

1. Pembanguan UPTD TK/SD Kec.Rogojampi

2. Pembangunan Mesjid LDII

3. Pengembangan Dusun Kebalen Kidul

4. Pemecahan Dusun Kebalen Kedul dan Dusun Satriyan.

5.Pembangunan pagar makam dan pengerasaan jalan makam

6. Pembangunan Masjid Dusun Kebalen Kidul

7 Pembangunan jembatan Dusun Krajan.

8.Pembangunan jembatan Dusun Kebalen lor

9. Pembangunan plengsengan utara Mesjid Dusun Kebalen lor.110 Pengaspalan jalan Desa : 4 Dusun.

 

 

11.

 

AGUS ISWANTO.P

 

2006-2007

 

1. Pembangunan Balai dan Kantor Desa  Lemahbangdewo.

2. Plesterisasi pada 4 dusun rumah   warga 

    kurang mampu dimasing-masing Dusun

    5 rumah.

3. Pembangunan tempat wudu Masjid Dusun Kebalen lor.

4. Pembuatan Kamling Dusun Krajan

5.Plesterisasi Jalan  makam Dusun  

    Krajan

6. Perbaikan jalan Dusun Kebalen Kidul

7. Pavingisasi di rumpun bambo 

    Dusun Kebalen Kidul

8. Rehab gedung  TK. Bunga bangsa

9. Pembangunan Kamar mandi dan

    tempat wudlu Mesjid Dusun  Satriyan

10. Rehab gedung SDN. I lemahbangdewo

11. Rehab gedung SDN2 Lemahbangdewo

 

 

12.

 

AGUS ISWANTO.P

 

2007-2010

 

1. Pembangunan Saluran air dusun kebalen lor dan kebalen kidul

2. Plesterisasi gang di 4 dusun

3. plesterisasi rumah warga tidak mampu

4. Pembangunan saluran air dan penuitup beton dusun satriyan

5. plesterisasi gang dan plengsengan dsn satriyan

6. Pleserisasi gang dsn. Krajan

7. Plesteri sasi gang dusun kebalen kidul

8. Rehab plengsengan penahan longsor dsn kebalen lor

10.Pembangunan mushola dusun kebalen lor

 

 

1.2.  Sejarah Pembangunan Desa

 Pembangunan di Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi yang telah dilaksanakan dari mulai dulu  sampai dengan saat ini sering kali dan bahkan hampir sebagian besar timbul secara Top Down Planning ( dari atas ke bawah )  sehingga perencanaan pembangunan yang merupakan jalan untuk mewujudkan tuntutan dan aspirasi masyarakat tidak terpenuhi . Pembangunan -pembangunan yang menggunakan strategi Top Down Planning mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Berorientasi pada kebutuhan idiologi
  2. Padat modal
  3. Tekhnologi Tinggi
  4. Ekonomi Konglomerat
  5. Mengesampingkan Sosial Budaya Masyarakat
  6. Hasil pembangunan kurang terpelihara oleh warga sekitarnya karena memang tidak di kehendaki oleh warga sekitarnya .

Seiring dengan lahirnya era reformasi di mana keterbukaan / transparansi menjadikan segala sesuatunya berubah dengan drastis maka strategi -strategi pembangunan berpola Top Down Planning lambat laun mulai di tinggalkan dan beralih pada strategi ke bijakan pembangunan Bothom Up Planning artinya  bahwa segala kebijakan pembangunan dengan melibatkan masyarakat mulai dengan penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan maupun upaya pemeliharaannya terhadap hasil - hasil pembangunannya.

Adapun ciri- ciri pembangunan yang memakai Strategi Bothom Up Planning adalah  :

  1. Berorientasi pada kebutuhan
  2. Mampu mempertemukan kebutuhan materi dan kebutuhan non materi
  3. Berasal dari hati nurani rakyat yang memanfaatkan hasil pembangunan
  4. Berbasis potensi diri sendiri
  5. Masyarakat harus menemukan strategi pembangunannya sendiri sehingga masyarakat sebagai subyek dan bukan obyek pembangunan
  6. Birkrasi hanya selaku fasilitator
  7. Adanya budaya kerjasama atau pola kemitraan, terjadi proses pendelegasian wewenang atau keterwakilan dan control sosial yang terbuka dan santun.

Demikian halnya di Pemerintahan Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi sejak dibukanya kran reformasi telah berupaya dengan berbagai macam usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan partisipatif masyarakat sebagai subyek pembangunan di desa, Utamanya didalam segi perencanaan , pelaksanaan sampai dengan upaya pemeliharaan  terhadap berbagai pembangunan di desa, sehingga dalam kegiatan nantinya dapat di nikmati dan dirasakan oleh masyarakat dan terjaga pemeliharaannya terhadap hasil-hasil pembangunan dikarenakan pembangunan-pembangunan yang telah di laksanakan oleh Desamurni atas kebutuhan masyarakat , bukan hanya kepentingan salah satu dinas / instansi tertentu.

Pelaksanaan pembangunan di Desa selama sering kali membuat kecewa masyarakat, usulan – usulan mereka sering kali tidak pernah ditanggapi serius oleh Pemerintah oleh karena itu masyarakat cenderung pesimis atas segala usulannya, dan apatis terhadap program-program Pemerintah yang bersifat partisipatif. Mereka  beranggapan bahwa usulan-                                       usulannya  pasti tidak akan terealisir karena pola Top Down Planning masih menjadi para digma sebagaian besar aparatur Pemerintah, musyawarah yang melibatkan masyarakat masih dimaknai sebagai ceremonial belaka tanpa menyentuh substansi yang  sebenarnya.

 

 

 

 

 

 

BAB. II

PROFIL DESA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. II

 2.1            Profil Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi

Kelurahan Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi adalah salah satu dari 18 Desa di Kecamatan Rogojampi yang terdiri dari 4 (Empat) Dusun dengan jumlah 10 ( sepuluh ) RW dan 24 ( Dua Puluh lima )  RT terinci sebagai berikut 

  • Dusun Krajan                     :                       RT    :  8        RW ;   4
  • Dusun Satriyan                  :                       RT    :  4        RW ;   2
  • Dusun Kebalen kidul        :                       RT    :  6        RW ;   2
  • Dusun Kebalen lor            :                       RT    :  6        RW ;   2

Letak Geografis dan Topografis Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi  :

a. Letak Geografis :

Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi terletak di posisi :

Utara              :  9.19        oLS           Selatan  :      36, 60         oLS 

Barat               :  114.21   oBT          Timur    :      32. 65        oBT 

Batas-batas Wilayah Kelurahan   :

  • Sebelah Utara       :  Desa Pengatigan Kec. Rogojampi
  • Sebelah Timur      :  Desa Rogojampi dan Kedaleman Kecamatan Rogojampi .
  • Sebelah selatan    :  Desa Benelan kidul Kecamatan Singojuruh
  • Sebelah Barat       :  Desa Lemahbang kulon Kec. Singojuruh. 

 

  1.    Topografi Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi  :

  Topografi Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi berbentuk dataran  dengan :

Tinggi tempat dari permukaan air laut             :  91       dpl

Curah Hujan Rata-Rata pertahun                     :  2000 - 3000   mm

Keadaan suhu rata – rata                                  :   36   o C          

Luas Wilayah Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi : 161,080 Ha, dengan penggunaannya terinci sebagai berikut :

  • Tanah Sawah                                           :  125,675      Ha       
  • Tanah Kering                                          :  35.405       Ha
  • Tanah Basah                                           :     -                Ha
  • Tanah Perkebunan                                 :    -                 Ha
  • Tanah Fasilitas Umum                          :    7,5             Ha      
  • Tanah Hutan                                           :    -                 Ha      
  • Lainnya                                                    :     15,541     Ha

c.   Orbitasi Waktu Tempuh Desa :

  • Jarak ke Ibu Kota Kecamatan                  :  2    Km
  • Jarak ke Ibu Kota Kabupaten                  :  17  Km
  • Waktu tempuh ke Ibu Kota Kecamatan :  15  Menit
  • Waktu tempuh ke Ibu Kota Kabupaten  :  30  Menit (  1/2  Jam )

d.   Kesuburan Tanah :

  • Sangat Subur                                                             :    -             Ha
  • Subur                                                                          :    125,675 Ha
  • Sedang                                                                        :      -           Ha
  • Tidak Subur / Kritis                                                        :      -           Ha
    1.  Demografi Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi

a. Jumlah penduduk Desa Lemahbangdewo Kecamatan Rogojampi sejumlah :  3.115    orang dengan jumlah KK sebanyak 830 KK, dengan perincian sebagai berikut :

    • Jumlah Penduduk Laki - Laki                           :  1510         Jiwa
    • Jumlah Penduduk Perempuan                          :  1605         Jiwa
          • Potensi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian :
        • Petani                                                               : 218             Orang terinci
    • Pemilik Sawah                                                    :  137           Orang
    • Buruh                                                                   :    47          Orang
        • Pemilik Ternak                                                   :  413          Orang
        • Nelayan                                                               :     -             Orang
        • Usaha Industri                                                    :    25           Orang terinci
          • Industri Rumah Tangga                                     :     28          Orang
          • Industri Kecil                                                      :     26          Orang
          • Industri Sedang / Besar                                     :       2          Orang
          • Buruh / Pekerja Industri                                    :    79           Orang
          • PNS                                                                   :    24     Orang
        • Swasta                                                                  :    130         Orang
        • TNI / POLRI                                                   :       5         Orang

b.  Jumlah Angkatan Kerja  :

        •  Buta Aksara                                                      :      12        Orang
        • Tidak Tamat SD sederajat                               :        85      Orang
        • Tamat SD sederajat                                         :      290      Orang
        • Tamat SMP sederajat                                      :      534      Orang
        • Tamat SMU sederajat                                     :     1507     Orang
        • Akademi sederajat                                           :         74    Orang
        • Tamat perguruan Tinggi                                 :           5     Orang

2.3  Kondisi Sosial Budaya

a. Kondisi Pendidikan

Remaja Putus Sekolah

Jumlah Remaja Putus SD                                  :     6            Jiwa

Jumlah Remaja Putus SLTP                              :     41           Jiwa

Jumlah Remaja Putus  SLTA                            :  182           Jiwa

Jumlah Remaja Putus Kuliah                            :       2           Jiwa

Faktor utama penyebab para remaja putus sekolah selain faktor ekonomi adalah jauhnya lokasi pendidikan dengan pemukiman penduduk serta adat setempat yang mengharuskan anak membantu orang tua mencari nafkah.

  1.       Kondisi Kesehatan

           Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

Jumlah KK yang memiliki sumur gali                      :    420       KK

       Jumlah KK yang memiliki sumur pompa           :    201       KK

Contact Details

  Alamat :  
  Email :
  Telp. :
  Instagram :
  Facebook :
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi